Sebuah Kehormatan

Dari dulu, begitu banyak kata – kata kasar yang sering keluar dari mulutku

Hewan – hewan dari kebun binatang, sudah sangat sering ku ucapkan setiap ada kekesalan

Yang lebih kasar dari itu pun sering keluar secara otomatis dari mulutku

 

Sebagian temanku berkata, tidak mungkin aku bisa menghilangkan kebiasaanku ini

Kata mereka itu sudah mendarah daging dengan diriku

Dengan nada bercanda mereka sering berkata seperti itu padaku

Dan aku pun tidak pernah menganggapnya serius

 

Suatu kali aku diajak oleh seorang teman untuk ikut retret

Disana pun aku masih sering mengucapkan kata – kata yang tidak sepantasnya

Sepulang dari sana, entah kenapa kebiasaan itu pelan – pelan mulai menghilang

Meskipun tidak secara drastis, namun tanpa alasan yang jelas aku berusaha untuk menjaga kata – kataku

 

Dan hal itu terus masih aku lakukan sampai detik ini

Pada awalnya, teman – temanku masih menganggap kalau itu cuma alasan saja

Lalu mereka pun mengejekku hampir di setiap kali aku berbicara

Bukan waktu yang singkat untuk menunjukan pada mereka kalau aku sudah berubah

 

Yang pada awalnya mereka sering mengejekku,

Namun, lama kelamaan, mereka melihat perubahan dalam diriku

Akhirnya mereka malah menceritakan masalah mereka kepadaku dan minta aku membantu mereka

 

Itu adalah sebuah kehormatan bagiku dan aku tau hal ini tidak bisa dibeli dengan uang

Tapi semua itu diberikan secara cuma – cuma oleh Tuhan

Terima kasih Tuhan…

 

I Love You, God

 

*Based on true story

Advertisements

Pengorbanan-Mu Tuhan

Di saat ku merasa sendirian

Tidak ada seorang pun yang peduli padaku

Bahkan orang yang benar – benar ku cintai pun meninggalkanku dalam kesesakanku

 

Sejujurnya, aku berharap ada seseorang yang bertanya

“Bagaimana keadaanmu?”

“Apakah masalahmu sudah teratasi?”

“Bolehkah aku menemanimu sampai kamu merasa baikan?”

Dan aku akan benar – benar berterima kasih untuk itu

 

Namun sayang, terkadang kenyataan tak seperti yang kuharapkan

Bahkan jauh dari apa yang kubayangkan

 

Sudah lama sekali aku merasakan hal ini dalam hidupku

Seakan ada kekosongan yang begitu besar dalam hatiku

Tanpa pernah peduli apa pun aku tetap berpegang pada egoku

 

Sampai suatu hari, ada sebuah suara yang berbicara kepadaku

“Aku ada di sebelahmu, nak”

“Aku selalu bertanya kepadamu, bagaimana harimu?”

“Aku akan menemanimu selalu”

“Apa kau tau, Aku tidak pernah meninggalkanmu sendirian”

“Aku selalu memanggil namamu untuk duduk bersama-Ku”

 

Pada awalnya aku tak pernah menyadari adanya suara itu dalam hidupku

Tapi lama kelamaan aku mengetahuinya

Ada sebuah sosok yang selalu memperhatikanku saat ku menjalani hari – hariku

Di saat aku jatuh, Dia yang menopangku

Di saat aku merasa kesepian, Dia selalu berada di sisiku

Di saat air mata jatuh tak tertahan dari mata ini, Dia menghapusnya sambil tersenyum dan berkata,”Tidak apa – apa, Aku ada selalu bersamamu”

Di saat ada sedikit bagian dari tubuhku yang terluka, Dia telah lebih dulu berlumuran darah sampai sekujur badannya penuh dengan darah, tapi Dia masih bertanya,”apakah kau baik – baik saja?”

 

Terima kasih Tuhan

Kau rela berkorban begitu banyak demi diriku yang hina ini

Aku yang bukan siapa – siapa ini

 

Terima kasih…

 

*Based on true story

Betapa Baiknya Kau Tuhan

Begitu banyak wanita yang Kau hadirkan di dalam hidupku ini, Tuhan

Dari semuanya itu tidak sedikit yang aku sukai

Tidak sedikit juga yang hanya menyakitkan hati

 

Berganti – ganti pacar merupakan hal biasa dalam hidupku

Jatuh dalam dosa kekudusan bukanlah hal baru lagi

Dan Kau ijinkan semuanya itu boleh terjadi dalam hidupku

 

Sampai suatu kali, aku menemukan tempat dimana seharusnya aku berada

Seperti bayi belajar merangkak, aku pun merangkak untuk mencari tahu siapa itu Engkau, Tuhan

 

Di saat aku sudah mulai mengenal-Mu, aku bertemu dengan seorang teman baru dan dia adalah seorang wanita

Pada awalnya, aku hanya bercanda bersama – sama dan tertawa bersama dengannya

Entah sejak kapan aku mulai menyukainya

Dan lama kelamaan kami pun menjadi lebih dekat satu sama lain

 

Lalu Tuhan, suatu kali aku mengatakan perasaanku padanya

Tapi dia tidak menjawabku dengan jawaban “ya” ataupun “tidak”

Aku berpikir Tuhan, apa maksud dari semuanya ini

 

Dan semuanya pun dimulai dari saat itu

Aku berusaha mati – matian untuk menyayanginya

Sampai aku lupa siapa prioritasku

Aku mengatakan dengan mulutku ini kalau Tuhan adalah nomor 1 dalam hidupku

Tapi pada kenyataannya, aku telah menomor duakan Tuhan

 

Dengan sabar Kau pun menungguku untuk berbalik kepada-Mu

Namun, mataku telah dibutakan oleh cinta duniawi

Sampai akhirnya Kau terpaksa menamparku dengan keras

 

Maaf Tuhan…

Aku cuma manusia bebal yang tidak pernah peduli perasaan-Mu

Di saat aku menyadari betapa pentingnya diri-Mu dan aku mulai meninggalkan cinta duniawiku

Kau tak ijinkan hal itu terjadi

 

Kau begitu peduli pada perasaanku yang begitu mencintainya, Tuhan

Malah Kau yang menyuruhku untuk menuntunnya untuk berjalan bersama – sama dengan-Mu

 

Aku malu Tuhan…

Aku malu pada diriku yang begitu egois…

Padahal Kau selalu memberikan yang terbaik padaku…

 

Tanpa aku pernah meminta, Kau yang dekatkan aku dengannya…

Terima kasih Tuhan…

Terima kasih…

 

Aku tak tahu harus bagaimana membalas kebaikan-Mu Tuhan

Aku hanya bisa menulis sebuah cerita seperti ini…

Supaya seluruh dunia tau betapa baiknya Engkau, Tuhan…

 

*Based on true story

Perkara Kecil

Banyak orang selalu ingin mendapatkan begitu banyak kekayaan materi

…diberkati…

..berkelimpahan…

…..penuh dengan kekayaan…

..punya pasangan hidup yang cantik / tampan…

 

Tapi yang jadi pertanyaan, “Apakah kita sudah layak untuk menerima semuanya itu?”

Dengan mulut ini kita mengutuki orang lain dengan makian

Dengan mulut ini kita membicarakan kejelekan dan kekurangan orang lain

Dengan mulut ini kita berbohong

Dengan mulut ini kita berbicara dengan bahasa yang tidak sepantasnya

 

Tapi…

Dengan mulut ini juga kita berdoa minta supaya hidup kita diberkati…

Ironis bukan?

 

Bagaimana kita mau perdamaian ada di dalam hidup kita, bila kita sendiri saja masih tidak bisa menjaga perkataan kita?

 

Belajarlah untuk setia dengan perkara kecil

Karena perkara kecil inilah, perkara besar akan datang ke dalam hidup kita

Dan di balik itu semua…

Ada berkat melimpah – limpah yang tidak pernah kita sangka – sangka……

Seorang Pacar

Mencari pasangan hidup adalah suatu hal yang akan selalu dilakukan oleh setiap manusia

Sebagian orang ada yang menghabiskan waktu 1 tahun, 2 tahun, 5 tahun, bahkan ada yang lebih dari 10 tahun untuk menemukannya

 

Kehidupan kita yang tadinya hampa, berubah menjadi penuh warna saat bersama orang yang kita sayangi

Saat – saat seperti ini biasa disebut orang – orang dengan istilah “Pacaran”

Pacaran merupakan tahap awal dari sebuah hubungan yang lebih serius lagi, yang kita sebut “Pernikahan”

 

Tapi istilah pacaran yang kita tau sekarang sudah jauh berbeda dengan konteks yang sebenarnya

Entah sejak kapan, pacaran yang kita lakukan sekarang ini dimulai dari berpegangan tangan

Rangkul merangkul, lalu secara berurutan memasuki tahapan saling mencium

Mulai meraba – raba bagian tubuh lawan jenis

Berpindah ke bagian – bagian yang lebih sensitif dan “Dewasa”

Yang pada akhirnya adalah ajakan untuk berhubungan badan

 

Dengan iming – iming, kalau benar – benar mencintai maka harus diakhiri dengan hubungan badan…

Tidakkah itu adalah sebuah KEBOHONGAN BESAR?

Apa iya bukti bahwa kita mencintai orang lain hanya bisa ditunjukkan oleh hubungan badan?

Apa iya pengorbanan dan perjuangan kita tidak bisa membuktikan bahwa kita benar – benar tulus mencintai?

 

PIKIRLAH BAIK – BAIK!

Bukankah kalau kita benar – benar mencintai seseorang, kita akan menjaganya dengan sekuat tenaga?

Bukankah kalau kita benar – benar mencintai seseorang, kita tidak akan membiarkan mereka jatuh dalam lingkaran dosa?

 

Bagi para laki – laki

Jagalah pasanganmu dengan segenap kemampuanmu, BUKAN menodongnya dengan kata – kata “MARI MELAKUKAN SEX!”

Jadilah seseorang yang pengertian baginya, sehingga dia bangga memilikimu di sisinya

Jadilah seseorang yang selalu menopangnya di saat jatuh

Tunjukkan kalau kau mencintainya bukan hanya sekedar dari fisiknya dan hartanya, tapi karena kau melihat hatinya yang cantik

 

Bagi para perempuan

Janganlah rendahkan dirimu karena kata – kata bukti dari cinta, “JAGALAH KESUCIANMU” sampai kau menikah!

Jadilah seseorang yang tidak selalu merengek – rengek setiap waktu, tunjukkan bahwa kalian adalah wanita dewasa yang pantas untuk berjalan di sampingnya

Tunjukkanlah sisi kedewasaanmu, tidak hanya sisi manjamu

Jadilah seseorang yang selalu ada baginya meskipun itu sulit, sehingga dia merasa kau adalah wanita terakhir dalam hidupnya

 

Semua yang telah terjadi, biarlah itu berlalu….

Janganlah terus menyesali masa lalu…

Pandanglah lurus ke depanmu…

Karena hari esok pasti akan lebih cerah dari hari ini….