Bangunlah Hai Indonesiaku!

Doa seorang anak kecil berumur 8 tahun

 

“Tuhan, kenapa Kau ijinkan begitu banyak demonstran liar yang mengatas namakan kesejahteraan masyarakat Indonesia menutup jalan – jalan yang biasa dilalui oleh mobil dan motor?

Mereka membakar ban – ban di jalanan, yang membuat polusi udara jadi semakin parah. Mereka juga merobohkan tiang – tiang pembatas yang tadinya membatasi jalan yang satu dengan yang lain, padahal tiang pembatas itu tidak bersalah apa – apa, kenapa mereka harus dirubuhkan?

Pohon – pohon pun menjerit ketakutan melihat kelakuan mereka

Padahal seharusnya mereka bisa saling tertawa bersama – sama menikmati indahnya pepohonan yang Kau ciptakan, tersenyum indah atas angin sejuk yang berhembus. Tapi kenapa harus terjadi seperti ini Tuhan?”

 

Seorang anak kecil dengan pikirannya yang polos, bisa berdoa seperti ini

Bagaimana dengan kita sebagai orang yang katanya sudah lebih “dewasa”?

Mana bukti bahwa kita sudah dewasa?

Dengan demonstrasi yang merugikan banyak orangkah?

 

Sebagian dari orang – orang dewasa malu untuk mengakui bahwa Indonesia adalah tanah air mereka, bahkan mereka mengejek Indonesia sebagai negara yang tidak punya apa – apa dan tidak mampu untuk melakukan apa pun

Apakah Kau ciptakan Indonesia hanya untuk dihina, Tuhan?

Apa Kau ciptakan Indonesia hanya untuk bahan tertawaan orang – orang?

Karya negara orang lain begitu dipuja – puja, tapi hasil karya anak bangsa, kemanakah hilangnya?

Ada apa dengan bangsa ini, Tuhan?

 

“Nak, Aku ijinkan hal – hal seperti itu terjadi bukanlah untuk mencelakaimu.

Tapi Aku ingin melihat sampai seberapa besar imanmu untuk percaya padaKu.

 

Aku tidak buta, nak

Aku tahu setiap hal yang kau alami, baik itu yang menyenangkan bagimu, baik itu yang menyakitkan

Jumlah rambut yang ada di kepalamu pun Aku mengetahuinya, nak

 

Aku ijinkan Indonesia untuk dhina, dianggap remeh, tidak dipandang

Karena Aku akan buat sebuah ledakan dari sebuah negara bernama INDONESIA

Negara yang penuh dengan keributan

Negara yang penuh dengan polusi

Negara yang selalu dipandang remeh bahkan oleh orang – orangnya sendiri

Negara yang penuh orang – orang munafik

Negara yang penuh dengan BUDAK SEX

 

Akan Aku tinggikan negara ini sampai seluruh dunia terperanga karenanya

Bukan karena kehebatan orang – orang yang ada di dalamnya

 

Tapi karena…

 

AKU BERKENAN ATAS NEGARA INI…

 

….NEGARA INDONESIA….”

Advertisements

Galau

Patah hati selalu ikut ambil bagian dalam hidup anak – anak muda sekarang ini

Karena terlalu banyak yang patah hati, muncul istilah “Galau”

Galau seakan sudah menjadi kebiasaan yang harus dilakukan oleh anak muda sekarang ini

Bahkan sampai iklan pun menggunakan kata “Galau”

Padahal seharusnya iklan mengedukasi masyarakat untuk bisa lebih berpikir secara dewasa

 

Yang jadi pertanyaan disini adalah, apakah memang hidup kita ini harus dikendalikan oleh “Galau” ini?

SMS atau BBM tidak dibalas oleh orang yang kita sukai, “Galau”

Melihat orang yang kita suka berfoto dengan teman lawan jenis, “Galau”

Saat kita tidak bisa menjadi lebih dekat dengan orang yang kita sukai, “Galau”

Saat melihat orang lain mempunyai pacar, sedangkan kita tidak, “Galau”

 

Di saat “Galau” sudah menjadi bagian dalam hidup kita sehari – hari

Malas untuk makan, dengan alasan tidak mood, kenyang, diet, dan lain sebagainya

Malas untuk belajar, dengan alasan lebih penting orang yang kita sayangi dibanding pelajaran

Malas untuk masuk sekolah atau kuliah, dengan alasan tidak ada niat belajar

Malas untuk bekerja, dengan alasan takut pekerjaan yang dikerjakan tidak ada yang beres

Itukah yang kita inginkan?

 

Taukah kita kalau kita diremehkan karena terlalu sering berkata “Galau”?

Taukah kita kalau kita dianggap seperti anak kecil karena sesuatu yang bernama “Galau”?

 

Pernahkah kita berpikir, berapa banyak orang di dunia ini yang kelaparan karena TIDAK BISA MAKAN?

BUKAN KARENA GALAU!

Tapi karena mereka tidak mampu untuk membeli makanan

 

Pernahkah kita berpikir, berapa banyak orang yang ingin bersekolah dan kuliah namun TIDAK BISA?

BUKAN KARENA GALAU!

Tapi karena mereka tidak mempunyai uang untuk itu

 

Pernahkah kita berpikir, berapa banyak orang yang ingin bekerja namun TIDAK ADA yang mau menerimanya?

BUKAN KARENA GALAU!

Tapi karena mereka tidak mempunyai kualifikasi untuk itu

 

Bukankah harusnya kita bersyukur atas apa yang sudah kita terima saat ini?

Siapakah “Galau” itu sampai dia selalu berkuasa atas hidup kita?

Bukankah kita punya Tuhan yang jauh besar dari pada “Galau”?

 

Jangan biarkan “Galau” mengontrol hidup kita….

Bangunlah Perkataanmu

Dalam hidup ini, banyak pemandangan yang sering kita lihat

Salah satunya yang umum adalah saling mengejek antara yang satu dengan yang lain

Mungkin memang tidak ada niat jahat yang terkandung dalam perkataan – perkataan itu

Karena memang ditujukan hanya untuk bercanda

 

Dalam hidup ini, masalah akan selalu ada walaupun kita adalah orang terkaya di dunia sekalipun

Di saat kita mempunyai masalah, secara sadar atau tidak kita bercerita kepada orang yang bisa kita percaya ataupun kepada orang yang lebih dewasa dari kita

Kenapa? Karena dalam pikiran kita, orang yang lebih dewasa pasti bisa menyelesaikan masalah kita

 

Dan suatu kalipun kita bisa berada di posisi orang dewasa itu

Kita bisa membantu mereka – mereka yang mempunyai masalah itu dengan perkataan kita

Kita pun bisa menghancurkan pikiran mereka dengan perkataan kita

 

Di saat kita mempunyai seorang anak, pasti kita hanya ingin yang terbaik untuk mereka

Kita mengajarkan mereka untuk berkata yang baik

Tapi di sisi yang lain, kita pun mengucapkan kata – kata yang kita larang sampai suatu kali si anak meniru apa yang kita ucapkan

Lalu sang anak pun dimarahi karena berkata yang tidak seharusnya dia katakan

 

Hei…!!!

Sebenarnya salah siapakah itu?

Kita yang berkata jangan, kita yang bilang tidak baik, tapi kita sendirilah yang melanggarnya

Sampai kapankah kita akan mempertahankan kelakuan ini?

 

Bukankah orang yang bisa mengakses internet dan membuka blog ini termasuk orang yang sudah dewasa dan bisa berpikir dengan baik?

Lalu mana tanggung jawab kita sebagai orang dewasa?

 

Dengan perkataan, kita bisa mengubah hidup seseorang menjadi lebih baik

Dengan perkataan, kita bisa membangun orang yang sedang terpuruk

Bukankah itu adalah suatu hal yang tak ternilai harganya….?

Teriakan Hatiku

Sering kali kita bilang kepada seseorang yang kita sayangi…

“I love u so much, aku sayang kamu, aku tidak dapat hidup tanpamu…”

 

Tapi pernahkah kita berpikir, di saat orang yang kita sayangi berpaling dari kita…

Entah itu dengan sengaja, atau pun karena tidak sengaja…

Siapakah yang kita cari…?

Penggantinya kah..?

 

Atau di saat kita mendapat kesulitan, kepada siapa kita minta tolong…?

Di saat kita melihat orang yang kita sayangi terbaring lemah dengan keadaan sekarat di rumah sakit…

Kepada siapakah kita minta tolong….?

SIAPA..!!?

Bukankah kita cuma bisa berdoa untuk minta keajaiban dari Tuhan…?

 

Tapi kenapa kita selalu melupakan Dia di saat kita tidak mendapat kesulitan…?

 

Tidak malukah kita mempunyai sikap seperti itu…?

 

Masih belum terlambat untuk berubah…

 

Masih ada waktu untuk berubah…

 

Hidup adalah sebuah pilihan..

 

Dan apakah pilihan yang akan kita ambil..?

 

Jawabannya ada di dalam diri kita sendiri……..

Hanya Kau Tuhan

..ketika ku jatuh dan penuh dengan dosa…

…semua orang memandangku hina…

..semua orang menyepelekanku…

namun Tuhan, Kau tidaklah memandangku hina

hanya Kau yang mengangkatku dari tempat kotorku

Kau basuh diriku sampai seputih kapas

Kau ganti bajuku dengan yang baru

Dan Kau menuntunku berjalan bersama-Mu

….Tuhan…

…Tuhan……

Kalau ku punya hidup 100x..

semuanya itu akan kuserahkan pada-Mu

karena kutahu, hanya yang terbaik yang akan Kau berikan padaku

 

 

With Love,

Nicholas Danil